pelumas mobil

source: pixabay.com

Pelumas Mobil & Hal Yang Harus Dilakukan

Ada hal yang boleh dilakukan dan sebaiknya tidak dilakukan ketika menggunakan pelumas mobil. Mengetahui apa saja itu tentu akan memudahkan, memudahkan karena kamu bisa lebih hemat modal, hemat waktu, hemat tenaga, dan keuntungan-keuntungan lain.

Menambah wawasan tentang kebutuhan mobil juga pasti dibutuhkan kamu yang aktif peang mobil sendiri. Karenanya, langsung saja simak apa saja yang boleh dilakukan atau do dan apa saja yang tidak boleh dilakukan atau don’ts dalam menggunakan pelumas untuk mobil.

Apa Saja yang Harus Dilakukan Dalam Menggunakan Pelumas Mobil?

Hal pertama yang boleh dilakukan adalah untuk memastikan kekentalan oli yang sudah berada di dalam mobil. Ini disarankan karena kamu akan mengetahui apakah oli sudah butuh ganti atau belum. Adapun intensitas pengecekan kekentalan pelumas yang disarankan adalah setiap 2 minggu sekali.

Perlu kamu ketahui juga bahwa intensitas penggantian pelumas yang paling disarankan adalah setiap 2 minggu sekali. Namun ini yang disarankan, boleh-boleh saja lebih cepat atau lebih lama. Maka dari itu, sebaiknya kamu cek saja kekentalannya untuk tahu apakah sudah butuh diganti atau belum.

Masih ada hubungannya dengan poin nomor satu yang boleh dilakukan. Kamu juga disarankan untuk tahu kapan harus ganti oli. Intensitas yang disarankan untuk penggantian oli sudah kamu ketahui. Karena kamu sudah tahu, bisa saja mencoba menggunakan saran ini kedepannya.

Kamu boleh-boleh saja memanaskan mesin setelah diganti olinya. Malahan, hal ini sifatnya disarankan demi kebaikkan kondisi mesin. Jika ada yang bilang kamu tak boleh memanaskan mesin sesaat olinya diganti, maka jangan anggap itu benar sebab yang baik adalah untuk memanaskannya.

Jangan Lakukan Hal Ini Saat Menggunakan Pelumas Mobil

Setelah membahas apa saja yang boleh dilakukan, kini kita akan membahas apa saja yang tidak boleh dilakukan. Apa yang tidak dibolehkan pertama adalah untuk tidak membuang oli bekas sembarangan. Jangan sampai kamu melakukan hal ini di masa depan karena kamu sudah tahu hal ini tidak boleh dilakukan.

Dampaknya memang bukan untuk mesin mobil atau kamu sendiri, melainkan lingkungan kamu. Lingkungan bisa langsung tercemar dengan oli bekas yang dibuang sembarangan ini. sebaiknya kamu gunakan wadah khusus untuk menampung oli bekas dulu, sehingga baru kemudian bisa dipindahkan ke tempat semestinya.

Jangan pernah mencoba untuk mencampurkan dua merek oli yang berbeda menjadi satu dan dipakai. Sama sekali tidak disarankan dan bisa merusak mesin. Kamu harus tahu bahwa spesifikasi antara pelumas satu dengan lainnya bisa saja berbeda. terlepas dari itu, proses pembuatan dan teknologi yang ada di dalam pelumas juga berbeda.

Penutup filter oli atau tangki oli didesain khusus hanya untuk dibuka dan ditutup dengan tangan, bukan dengan alat lain. Karenanya, jangan coba-coba untuk membuka atau menutup dengan alat jika kamu tak ingin ada hal-hal buruk menimpa. Seperti misalnya tutup jadi rusak, kurang kencang, atau masalah-masalah lain.

Pastikan Semua Do and Don’t Benar-benar Ditaati

Dengan mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan pada pelumas mobil, kamu akan bisa memastikan usia produk ini lebih awet. Bukan hanya itu, mobilmu juga akan lebih awet mesinnya. Performance di jalanan pun akan semakin keren karena mesinnya sehat.

Untungnya ada beberapa hal yang boleh atau tak boleh dilakukan sudah kamu ketahui sekarang, kedepannya kamu bisa langsung saja tidak melakukannya. Apa bahayanya juga sudah kamu ketahui. Apa yang boleh dilakukan sebaiknya memang dilakukan demi mesin mobil yang selalu baik-baik saja dan tak akan merugikan di masa depan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *